Gelombang Larangan Vape Meluas di Eropa, dari Belgia hingga Inggris

Gelombang Larangan Vape Meluas di Eropa, dari Belgia hingga Inggris

Oleh Redaksi Labirin 18 Apr 2026, 12:45:21 WIB Ekonomi & Bisnis

Brussel/London — Sejumlah negara di Eropa mulai mengambil langkah tegas terhadap rokok elektronik (vape), terutama jenis sekali pakai (disposable). Kebijakan ini tidak lagi sebatas pembatasan, tetapi sudah mengarah pada pelarangan langsung demi alasan kesehatan publik dan lingkungan.


Mengacu laporan Reuters, Belgia menjadi negara pertama di Uni Eropa yang secara resmi melarang penjualan vape sekali pakai mulai awal 2025. Kebijakan ini diambil karena meningkatnya penggunaan di kalangan anak muda serta dampak limbah elektronik yang berbahaya. 

Baca Lainnya :


Menteri Kesehatan Belgia menilai vape sekali pakai sengaja dirancang untuk menarik generasi muda melalui rasa dan desain yang menarik. Data pemerintah menunjukkan penggunaan vape di kalangan anak muda bahkan melonjak dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir, memperkuat alasan pelarangan. 


Langkah Belgia ini bukan berdiri sendiri. Prancis juga telah bergerak menuju pelarangan vape sekali pakai, sementara Jerman mendorong kebijakan serupa agar diterapkan secara luas di tingkat Uni Eropa. 


Di luar Uni Eropa, Inggris mengambil jalur yang sama. Pemerintah Inggris memastikan bahwa penjualan vape sekali pakai akan dilarang mulai 2025, sebagai upaya menekan lonjakan penggunaan di kalangan remaja dan mengurangi kerusakan lingkungan akibat limbah baterai. 


Selain pelarangan langsung, negara-negara Eropa juga memperketat regulasi lain. Parlemen Inggris, misalnya, tengah membahas aturan ketat yang mencakup pembatasan iklan, pelarangan penjualan kepada anak di bawah umur, hingga pengendalian rasa yang dianggap menarik bagi anak-anak. 


Di tingkat Uni Eropa, tekanan semakin besar. Sebanyak 16 negara anggota UE mendesak agar vape dimasukkan dalam regulasi pajak tembakau. Tujuannya jelas: membuat harga lebih mahal dan menekan konsumsi, terutama di kalangan non-perokok dan remaja. 


Tak hanya itu, regulasi lingkungan juga ikut “menyerang” industri vape. Uni Eropa bahkan tengah mengarah pada kebijakan yang berpotensi menghapus vape sekali pakai dari pasar secara luas dalam beberapa tahun ke depan, seiring aturan ketat terkait limbah baterai. 


Eropa kini bergerak ke arah yang sama:

vape tidak lagi diperlakukan sebagai alternatif rokok yang “lebih aman”, melainkan sebagai produk yang harus dibatasi ketat, dipajaki tinggi, hingga dilarang—terutama untuk melindungi generasi muda dan lingkungan.


Sumber: Reuters